Selasa, 23 Juli 2019

Masa kecil bung karno

Masa Kecil Bung Karno, Punya Kekuatan Supranatural tapi Lenyap Setelah Hobi Berpidato By Agustinus Winardi, Rabu, 25 Juli 2018 | 12:45 WIB Saat kecil Bung Karno mengaku punya kekuatan supranatural. Intisari-online.com - Sewaktu Soekarno (Bung Karno) masih  kecil dan  hidup di zaman penjajahan Belanda, penderitaan dan kesusahan hidup  merupakan hal yang biasa. Apalagi ayah Bung Karno hanya seorang guru bergaji pas-pasan dan rumah yang ditempatinya pun hanya mengontrak. Jadi hanya untuk sekadar makan nasi pun susah. Tapi warga sekitar tempat keluarga Bung Karno yang saat itu tinggal di Mojokerto  suka membantu sehingga untuk makan nasi sekali sehari masih bisa. Misalnya saja keluarga Bung Karno sering mengalami kekurangan beras sehingga untuk mendapatkan sekedar sekaleng  beras saja sering harus bergantung kepada kebaikan tetangga yang kerap memberinya. Bung Karno yang semula bernama Kusno bahkan sering mengalami sakit-sakitan sehingga untuk menghindari seringnya  sakit itu, nama Kusno pun diganti dengan nama Soekarno. BACA JUGA: Demi Selamatkan Isteri dari Kejaran Pasukan Jepang, Bung Karno Sampai Menarik Pedati Menggantikan Sapi Dengan kondisi kehidupan orangtuanya yang masih serba pas-pasan , kakek dan nenek Bung Karno dari pihak bapaknya tidak mau tinggal diam dan meminta Bung Karno untuk tinggal bersamanya untuk sementara waktu. Sebagai kakek nenek yang memiliki usaha kecil di bidang batik di daerah Tulungagung , kalau hanya memberi makan kepada  Bung Karno saja, sang kakek dan nenek jelas tidak mengalami kesulitan. Bung Karno pun untuk sementara waktu tinggal bersama kakeknya di daerah Tulungagung yang letaknya tidak jauh dari Mojokerto. Ketika tinggal bersama kakek neneknya itu, Bung Karno ternyata 'dideteksi'  oleh kakeknya sebagai anak yang  memiliki kekuatan supranatural (gaib).

Propil Ir soekarno

Nama Lengkap Ir. Soekarno Alias Bung Karno | Pak Karno Agama Islam Tempat Lahir Surabaya, Jawa Timur Tanggal Lahir Kamis, 6 Juni 1901 Zodiak Gemini Warga Negara Indonesia Ayah Raden Soekemi Sosrodihardjo Anak Megawati Soekarnoputri, Mohammad Guruh Irianto Soekarnoputra, Guntur Soekarnoputra, Rachmawati Soekarnoputri, Sukmawati Soekarnoputri, Taufan Soekarnoputra , Bayu Soekarnoputra, Totok Suryawan, Kartika Sari Dewi Soekarno, Sukmawati Soekarnoputri Ibu Ida Ayu Nyoman Rai Istri Oetari, Inggit Garnasih, Fatmawati, Kartini Manoppo, Ratna Sari Dewi, Haryati, Yurike Sanger, Heldy Djafar, Fatmawati Soekarno Biografi Ir. Soekarno atau yang biasa dipanggil Bung Karno yang lahir di Surabaya, Jawa Timur pada tanggal 6 Juni 1901 dari pasangan Raden Soekemi Sosrodihardjo dengan Ida Ayu Nyoman Rai. Ayah Soekarno adalah seorang guru. Raden Soekemi bertemu dengan Ida Ayu ketika dia mengajar di Sekolah Dasar Pribumi Singaraja, Bali. Soekarno hanya menghabiskan sedikit masa kecilnya dengan orangtuanya hingga akhirnya dia tinggal bersama kakeknya, Raden Hardjokromo di Tulung Agung, Jawa Timur. Soekarno pertama kali bersekolah di Tulung Agung hingga akhirnya dia ikut kedua orangtuanya pindah ke Mojokerto. Di Mojokerto, ayahnya memasukan Soekarno ke Eerste Inlandse School. Di tahun 1911, Soekarno dipindahkan ke Europeesche Lagere School (ELS) untuk memudahkannya diterima di Hoogere Burger School (HBS). Setelah lulus pada tahun 1915, Soekarno melanjutkan pendidikannya di HBS, Surabaya, Jawa Timur. Di Surabaya, Soekarno banyak bertemu dengan para tokoh dari Sarekat Islam, organisasi yang kala itu dipimpin oleh HOS Tjokroaminoto yang juga memberi tumpangan ketika Soekarno tinggal di Surabaya. Dari sinilah, rasa nasionalisme dari dalam diri Soekarno terus menggelora. Di tahun berikutnya, Soekarno mulai aktif dalam kegiatan organisasi pemuda Tri Koro Darmo yang dibentuk sebagai organisasi dari Budi Utomo. Nama organisasi tersebut kemudian Soekarno ganti menjadi Jong Java (Pemuda Jawa) pada 1918. Di tahun 1920 seusai tamat dari HBS, Soekarno melanjutkan studinya ke Technische Hoge School (sekarang berganti nama menjadi Institut Teknologi Bandung) di Bandung dan mengambil jurusan teknik sipil. Saat bersekolah di Bandung, Soekarno tinggal di kediaman Haji Sanusi yang merupakan anggota Sarekat Islam dan sahabat karib Tjokroaminoto. Melalui Haji Sanusi, Soekarno berinteraksi dengan Ki Hajar Dewantara, Tjipto Mangunkusumo dan Dr Douwes Dekker, yang saat itu merupakan pemimpin organisasi National Indische Partij. Pada tahun 1926, Soekarno mendirikan Algemene Studie Club di Bandung yang diinspirasi dari Indonesische Studie Club (dipimpin oleh Dr Soetomo). Algemene Studie Club merupakan cikal bakal berdirinya Partai Nasional Indonesia pada tahun 1927. Bulan Desember 1929, Soekarno ditangkap oleh Belanda dan dipenjara di Penjara Banceuy karena aktivitasnya di PNI. Pada tahun 1930, Soekarno dipindahkan ke penjara Sukamiskin. Dari dalam penjara inilah, Soekarno membuat pledoi yang fenomenal, Indonesia Menggugat. Soekarno dibebaskan pada tanggal 31 Desember 1931. Pada bulan Juli 1932, Soekarno bergabung dengan Partai Indonesia (Partindo), yang merupakan pecahan dari PNI. Soekarno kembali ditangkap oleh Belanda pada bulan Agustus 1933 dan diasingkan ke Flores. Karena jauhnya tempat pengasingan, Soekarno hampir dilupakan oleh tokoh-tokoh nasional lainnya. Namun semangat Soekarno tetap membara seperti tersirat dalam setiap suratnya kepada seorang Guru Persatuan Islam bernama Ahmad Hasan. Pada tahun 1938 hingga tahun 1942 Soekarno diasingkan ke Provinsi Bengkulu. Soekarno baru benar-benar bebas setelah masa penjajahan Jepang pada tahun 1942. Di awal kependudukannya, Jepang tidak terlalu memperhatikan tokoh-tokoh pergerakan Indonesia hingga akhirnya sekitar tahun 1943 Jepang menyadari betapa pentingnya para tokoh ini. Jepang mulai memanfaatkan tokoh pergerakan Indonesia dimana salah satunya adalah Soekarno untuk menarik perhatian penduduk Indonesia terhadap propaganda Jepang. Akhirnya tokoh-tokoh nasional ini mulai bekerjasama dengan pemerintah pendudukan Jepang untuk dapat mencapai kemerdekaan Indonesia, meski ada pula yang tetap melakukan gerakan perlawanan seperti Sutan Sjahrir dan Amir Sjarifuddin karena menganggap Jepang adalah fasis yang berbahaya. Soekarno sendiri mulai aktif mempersiapkan kemerdekaan Indonesia, di antaranya adalah merumuskan Pancasila, UUD 1945 dan dasar-dasar pemerintahan Indonesia termasuk merumuskan naskah proklamasi Kemerdekaan. Pada bulan Agustus 1945, Soekarno diundang oleh Marsekal Terauchi, pimpinan Angkatan Darat wilayah Asia Tenggara ke Dalat, Vietnam. Marsekal Terauchi menyatakan bahwa sudah saatnya Indonesia merdekan dan segala urusan proklamasi kemerdekaan Indonesia adalah tanggung jawab rakyat Indonesia sendiri. Setelah menemui Marsekal Terauchi di Dalat, Vietnam, terjadilah Peristiwa Rengasdengklok pada tanggal 16 Agustus 1945. Para tokoh pemuda dari PETA menuntut agar Soekarno dan Hatta segera memproklamasikan kemerdekaan Republik Indonesia, karena pada saat itu di Indonesia terjadi kevakuman kekuasaan. Ini disebabkan karena Jepang telah menyerah dan pasukan Sekutu belum tiba. Namun Soekarno, Hatta dan beberapa tokoh lainnya menolak tuntutan ini dengan alasan menunggu kejelasan mengenai penyerahan Jepang. Pada akhirnya,Soekarno bersama tokoh-tokoh nasional lainnya mulai mempersiapkan diri menjelang Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. Berdasarkan sidang yang diadakan oleh Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) panitia kecil untuk upacara proklamasi yang terdiri dari delapan orang resmi dibentuk. Pada tanggal 17 Agustus 1945, Indonesia memplokamirkan kemerdekaannya. Teks proklamasi secara langsung dibacakan oleh Soekarno yang semenjak pagi telah memenuhi halaman rumahnya di Jl Pegangsaan Timur 56, Jakarta. Pada tanggal 18 Agustus 1945, Soekarno dan Mohammad Hatta diangkat oleh PPKI menjadi Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia. Pada tanggal 29 Agustus 1945 pengangkatan Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Mohammad Hatta dikukuhkan oleh KNIP. Kemerdekaan yang telah didapatkan ini tidak langsung bisa dinikmati karena di tahun-tahun berikutnya masih ada sekutu yang secara terang-terangan tidak mengakui kemerdekaan Indonesia dan bahkan berusaha untuk kembali menjajah Indonesia. Gencaran senjata dari pihak sekutu tak lantas membuat rakyat Indonesia menyerah, seperti yang terjadi di Surabaya ketika pasukan Belanda yang dipimpin oleh Brigadir Jendral A.W.S Mallaby berusaha untuk kembali menyerang Indonesia. Rakyat Indonesia di Surabaya dengan gigihnya terus berjuang untuk tetap mempertahankan kemerdekaan hingga akhirnya Brigadir Jendral AWS Mallaby tewas dan pemerintah Belanda menarik pasukannya kembali. Perang seperti ini tidak hanya terjadi di Surabaya tapi juga hampir di setiap kota. Republik Indonesia secara resmi mengadukan agresi militer Belanda ke PBB karena agresi militer tersebut dinilai telah melanggar suatu perjanjian Internasional, yaitu Persetujuan Linggajati. Walaupun telah dilaporkan ke PBB, Belanda tetap saja melakukan agresinya. Atas permintaan India dan Australia, pada 31 Juli 1947 masalah agresi militer yang dilancarkan Belanda dimasukkan ke dalam agenda rapat Dewan Keamanan PBB, di mana kemudian dikeluarkan Resolusi No 27 tanggal 1 Agustus 1947, yang isinya menyerukan agar konflik bersenjata dihentikan. Atas tekanan Dewan Keamanan PBB, pada tanggal 15 Agustus 1947, Pemerintah Belanda akhirnya menyatakan akan menerima resolusi Dewan Keamanan untuk menghentikan pertempuran. Pada 17 Agustus 1947, Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Belanda menerima Resolusi Dewan Keamanan untuk melakukan gencatan senjata dan pada 25 Agustus 1947 Dewan Keamanan membentuk suatu komite yang akan menjadi penengah konflik antara Indonesia dan Belanda. Setelah Pengakuan Kedaulatan (Pemerintah Belanda menyebutkan sebagai Penyerahan Kedaulatan), Presiden Soekarno kembali diangkat menjadi Presiden Republik Indonesia Serikat (RIS) dan Mohammad Hatta diangkat sebagai perdana menteri RIS. Karena tuntutan dari seluruh rakyat Indonesia yang ingin kembali ke negara kesatuan, maka pada tanggal 17 Agustus 1950, RIS kembali diubah menjadi Republik Indonesia dimana Ir Soekarno menjadi Presiden dan Mohammad Hatta menjadi wakilnya. Pemberontakan G30S/PKI melahirkan krisis politik hebat di Indonesia. Massa dari KAMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia) dan KAPI (Kesatuan Aksi Pelajar Indonesia) melakukan aksi demonstrasi dan menyampaikan Tri Tuntutan Rakyat (Tritura) yang salah satu isinya meminta agar PKI dibubarkan. Namun, Soekarno menolak untuk membubarkan PKI karena menilai bahwa tindakan tersebut bertentangan dengan pandangan Nasakom (Nasionalisme, Agama, Komunisme). Sikap Soekarno yang menolak membubarkan PKI kemudian melemahkan posisinya dalam politik. Lima bulan kemudian, dikeluarkanlah Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) yang ditandatangani oleh Soekarno dimana isinya merupakan perintah kepada Letnan Jenderal Soeharto untuk mengambil tindakan yang perlu guna menjaga keamanan pemerintahan dan keselamatan pribadi presiden. Surat tersebut lalu digunakan oleh Soeharto yang telah diangkat menjadi Panglima Angkatan Darat untuk membubarkan PKI dan menyatakannya sebagai organisasi terlarang. MPRS pun mengeluarkan dua Ketetapannya, yaitu TAP No IX/1966 tentang pengukuhan Supersemar menjadi TAP MPRS dan TAP No XV/1966 yang memberikan jaminan kepada Soeharto sebagai pemegang Supersemar untuk setiap saat bisa menjadi presiden apabila presiden sebelumnya berhalangan. Pada 22 Juni 1966, Soekarno membacakan pidato pertanggungjawabannya mengenai sikapnya terhadap peristiwa G30S. Pidato pertanggungjawaban ini ditolak oleh MPRS hingga akhirnya pada 20 Februari 1967 Soekarno menandatangani Surat Pernyataan Penyerahan Kekuasaan di Istana Merdeka. Hari Minggu, 21 Juni 1970 Presiden Soekarno meninggal dunia di RSPAD (Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat) Gatot Subroto, Jakarta. Presiden Soekarno disemayamkan di Wisma Yaso, Jakarta dan kemudian dimakamkan di Blitar, Jawa Timur berdekatan dengan makam ibundanya, Ida Ayu Nyoman Rai. Pemerintah kemudian menetapkan masa berkabung selama tujuh hari. Ir Soekarno adalah seorang sosok pahlawan yang sejati. Dia tidak hanya diakui berjasa bagi bangsanya sendiri tapi juga memberikan pengabdiannya untuk kedamaian di dunia. Semua sepakat bahwa Ir Soekarno adalah seorang manusia yang tidak biasa yang belum tentu dilahirkan kembali dalam waktu satu abad. Ir Soekarno adalah bapak bangsa yang tidak akan tergantikan. Riset dan Analisa: Fathimatuz Zahroh Pendidikan Pendidikan sekolah dasar di Eerste Inlandse School, Mojokerto Pendidikan sekolah dasar di Europeesche Lagere School (ELS), Mojokerto (1911) Hoogere Burger School (HBS) Mojokerto (1911-1915) Technische Hoge School, Bandung (sekarang berganti nama menjadi Institut Teknologi Bandung) (1920) Penghargaan Gelar Doktor Honoris Causa dari 26 universitas di dalam dan luar negeri antara lain dari Universitas Gajah Mada, Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Padjadjaran, Universitas Hasanuddin, Institut Agama Islam Negeri Jakarta, Columbia University (Amerika Serikat), Berlin University (Jerman), Lomonosov University (Rusia) dan Al-Azhar University (Mesir). Penghargaan bintang kelas satu The Order of the Supreme Companions of OR Tambo yang diberikan dalam bentuk medali, pin, tongkat, dan lencana yang semuanya dilapisi emas dari Presiden Afrika Selatan, Thabo Mbeki, atas jasa Soekarno dalam mengembangkan solidaritas internasional demi melawan penindasan oleh negara maju serta telah menjadi inspirasi bagi rakyat Afrika Selatan dalam melawan penjajahan dan membebaskan diri dari politik apartheid. Penyerahan penghargaan dilaksanakan di Kantor Kepresidenan

Sukarno

Ir Soekarno dilahirkan di Surabaya tepatnya pada tanggal 6 Juni 1901 dengan nama asli bernama Koesno Sosrodihardjo, karena sering sakit yang mungkin disebabkan karena namanya tidak sesuai maka ia kemudian berganti nama menjadi Soekarno. Ayah beliau bernama Raden Soekemi Sosrodihardjo dan ibu bernama Ida Ayu Nyoman Rai. Orang tuanya bertemu di Bali ketika ayahnya menjadi guru di Bali dan ibunya merupakan bangsawan di Bali. Soekarno diketahui memiliki saudara atau kakak kandung perempuan bernama Sukarmini. Masa Kecil Soekarno Remaja Mengenai kisah hidup Presiden Soekarno, semasa kecilnya ia tidak tinggal bersama dengan orang tuanya yang berada di Blitar. Ia tinggal bersama kakeknya yang bernama Raden Hardjokromo di Tulung Agung, Jawa Timur. Soekarno bahkan sempat bersekolah disana walaupun tidak sampai selesai ikut bersama dengan orang tuanya pindahh ke Mojokerto. Di Mojokerto, Soekarno kemudian di sekolahkan di Eerste Inlandse School dimana ayahnya juga bekerja disitu sebagai guru. Namun ia dipindahkan tahun 1911 ke ELS (Europeesche Lagere School) yang setingkat sekolah dasar untuk dipersiapkan masuk di HBS (Hogere Burger School) di Surabaya. Setelah tamat dan bersekolah di HBS tahun 1915, Soekarno kemudian tinggal di rumah Haji Oemar Said Tjokroaminoto atau H.O.S Cokroaminoto yang merupakan kawan dari ayah Soekarno. Masa Remaja Soekarno H.O.S Cokroaminoto dikenal sebagai pendiri dari Serikat Islam (SI). Di rumah Cokroaminoto lah Soekarno berkenalan dengan para pemimpin Sarekat Islam (SI) seperti Haji Agus Salim dan Abdul Muis. Soekarno, Kartosuwiryo dan Muso Dalam Biografi Soekarno yang banyak ditulis, Di rumah H.OS Cokroaminoto, Soekarno akrab dengan Muso, Alimin, Darsono dan Semaun. Mereka bertiga kelak dikenal sebagai tokoh berhaluan komunis yang memimpin pemberontakan PKI di Madiun. Selain itu Soekarno juga berteman akrab dengan Kartosuwiryo yang kelak mendirikan Darul Islam dan memimpin pemberontakan melawan Soekarno. Meskipun pada akhirnya Soekarno sendiri yang menandatangani persetujuan eksekusi mati terhadap Kartosuwiryo yang menjadi sahabatnya ketika masih muda. Mereka bersama-sama tinggal di rumah H.O.S Cokroaminoto untuk menimba ilmu dan belajar berorganisasi melalui Sarekat Islam (SI). Disini jiwa nasionalismenya akan bangsa Indonesia menjadi sangat besar. Soekarno juga sempat ikut dalam organisasi pemuda tahun 1918 yang bernama Tri Koro Darmo yang kemudian berubah nama menjadi Jong Java. Soekarno bahkan aktif sebagai penulis di koran harian bernama Oetoesan Hindia yang dikelola oleh Cokroaminoto. Di rumah Cokroaminoto, Soekarno muda mulai belajar berpolitik dan juga belajar berpidato meskipun cenderung ia lakukan sendiri di depan cermin di kamarnya. Di sekolahnya yaitu Hoogere Burger School atau HBS, Soekarno mendapat banyak ilmu pengetahuan Pada tahun 1921 setelah lulus dari Hoogere Burger School atau HBS, Soekarno muda kemudian pindah ke Bandung dan tinggal dirumah Haji Sanusi, disini Soekarno kemudian akrab dengan Douwes Dekker, Tjiptomangunkusumo, dan Ki Hajar Dewantara. Soekarno kemudian masuk ke Technische Hoogeschool (THS) jurusan teknik sipil. Technische Hoogeschool (THS) kelak berubah menjadi ITB (Institut Teknologi Bandung) seperti sekarang. Di tahun yang sama yakni 1921, Soekarno menikah dengan Siti Oetari anak sulung dari H.O.S Cokroaminoto. Soekarno sempat berhenti kuliah setelah dua bulan masuk di THS namun di tahun 1922 ia mendaftar lagi dan kemudian mulai kuliah dan kemudian lulus pada tanggal 25 Mei 1926 dengan gelar Ir (Insinyur). Tamat dari THS, Soekarno mendirikan Biro Insinyur tahun 1926 bersama Ir. Anwari yang mengerjakan desain dan rancang bangunan. Ia juga bekerja sama dengan Ir. Rooseno merancang dan membangun rumah. Selama di Bandung, Soekarno mendirikan Algemeene Studie Club (ASC) yang kemudian menjadi cikal bakal dari Partai Nasional Indonesia yang berdiri pada tanggal 4 Juli 1927. Disini Soekarno kemudian mulai mengamalkan ajaran Marhaenisme. Tujuan dari pembentukan partai Nasional Indonesia adalah agar bangsa Indonesia bisa merdeka dan terlepas dari Jajahan Belanda. BACA JUGA :  Biografi Hoegeng - Kisah Polisi Paling Jujur Di Indonesia Dipenjara Oleh Pemerintah Kolonial Dari keberanian Soekarno ini kemudian pemerintah kolonial Belanda menangkapnya di Yogyakarta dan memasukkannya ke penjara Banceuy di Bandung. Kemudian tahun 1930, Soekarno dipindahkan ke penjara Suka Miskin. Dalam penjara ini kebutuhan hidupnya semua berasal dari istrinya yang setia menemaninya yaitu Inggit Ganarsih yang menikah dengan Soekarno pada tahun 1923 yang sebelumnya Soekarno telah menceraikan Siti Oetari secara baik-baik pada saat masih di Bandung. Soekarno dan Inggit Ganarsih Inggit yang juga dibantu oleh kakak Soekarno bernama Sukarmini sering membawakan makanan kepada Soekarno di penjara Suka Miskin, hal itulah yang kemudian membuat pengawasan di penjara Suka Miskin makin diperketat. Menurut Biografi Presiden Soekarno dari beberapa sumber, ia dikenal belanda sebagai seorang tahanan yang mampu menghasut orang lain agar berpikir untuk merdeka sehingga ia kemudian dianggap cukup berbahaya. Beliau kemudian diisolasi dengan tahanan elit tujuannya agar tidak bisa mendapatkan informasi yang berasal dari luar penjara. Tahanan elit ini sebagian besar merupakan warga Belanda yang mempunyai kasus seperti penggelapan, korupsi dan juga penyelewengan. Inilah yang menjadi tujuan Belanda agar topik pembicaraan mengenai bagaimana caranya untuk memerdekakan Indonesia tidak sesuai karena rata-rata tahanan elit yang bersama Soekarno adalah orang Belanda. Topik yang biasa ia dengar sama sekali tidak penting seperti soal makanan dalam penjara dan juga cuaca. Selama berbulan-bulan di Suka Miskin menngakibatkan Soekarno putus komunikasi dengan teman-teman seperjuangannya, namun itu bukanlah hal yang sulit baginya untuk mendapatkan informasi dari luar. Akhirnya Soekarno menemukan ide baru, dimana ia menggunakan telur sebagai media untuk berkomunikasi dengan istrinya. Jika teman Soekarno mengalami musibah atau mendapat kabar buruk maka telur yang dibawa oleh istrinya adalah telur asin, itupun beliau hanya dapat menduga-duga sebab ia tidak tahu secara pasti apa yang terjadi diluar sana. Untuk berbicara dengan Inggit, Soekarno diawasi secara ketat dan juga barang bawaan yang dibawa oleh inggit dari luar penjara selalu diperiksa secara teliti. Soekarno Kemudian Soekarno dan inggit akhirnya menemukan cara yang dianggapnya paling mudah dalam berkomunikasi agar tidak diketahui oleh Belanda yakni dengan media yang sama sebelumnya yaitu Telur dimana cara yang digunakan sedikit berbeda yaitu dengan menusuk jarum ke telur. Jika satu tusukan pada telur berarti kabar baik, jika tusukan sebanyak dua kali pada telur artinya seorang teman Soekarno tertangkap namun jika terdapat tiga tusukan berarti aktivis kemerdekaan yang ditangkap cukup besar. Selama berada dipenjara, orang tuanya tidak pernah sekalipun mengunjungi Soekarno alasannya adalah orang tua Soekarno tidak sanggup melihat Soekarno dipenjara, Ia kurus dan hitam selama berada di penjara karena itulah yang menurut ibu Wardoyo sehingga orang tua soekarno tidak mau menjenguk Soekarno. Agar orang tuanya tidak panik Soekarno sering beralasan bahwa ia sering bekerja dibawah teriknya sinar matahari sehingga kulit-kulitnya menghitam selain itu dalam penjara ia ingin memanaskan tulang-tulangnya karena dalam penjara, ruangannya sangat gelap, lembab dan juga dingin karena sinar matahari tidak ada. Soekarno dan Pembelaan “Indonesia Menggugat” Dalam sejarah presiden Soekarno, diketahui bahwa kasusnya disidangkan oleh Belanda melalui pengadilan Landraad di Bandung, ketika sudah delapan bulan berlalu yaitu pada tanggal 18 Desember 1930. Soekarno di Pengadilan Belanda Soekarno dalam pembelaanya membuat judul bernama “Indonesia Menggugat” yang terkenal. Dimana ia mengungkapkan bahwa bangsa Belanda sebagai bangsa yang serakah yang telah menindas dan merampas kemerdekaan Bangsa Indonesia. Soekarno dan Fatmawati Dari pembelaannya itu kemudian sehingga membuat Belanda semakin marah sehingga PNI bentukan Soekarno dibubarkan pada bulan Juli 1930. Setelah keluar dari penjara bulan desember 1931, Soekarno kemudian bergabung dengan Partindo tahun 1932 karena ia sudah tidak memiliki partai lagi dan ia kemudian didaulat sebagai pemimpin Partindo namun ia kembali ditangkap oleh Belanda dan kemudian diasingkan ke Flores. Dalam Biografi Soekarno diketahui bahwa tahun 1938, ia kemudian dibuang ke Bengkulu, disini Soekarno bertemu dengan Mohammad Hatta yang akan menjadi teman seperjuangannya yang kemudian keduanya akan memproklamasikan Kemerdekaan bangsa Indonesia. Di Bengkulu juga Soekarno kemudian berkenalan dengan Fatmawati yang kelak menjadi istri Soekarno dan ibu negara pertama. Fatmawati merupakan putri dari Hassan Din yang mengajak Soekarno untuk mengajar di Sekolah Muhammadiyah di Bengkulu. Tahun 1942, kekuasaan Belanda di Indonesia berakhir setelah Jepang masuk menyerbu Indonesia. Soekarno yang sempat akan dipindahkan oleh Belanda ke Australia namun gagal setelah dicegat oleh Jepang. Soekarno kemudian kembali ke Jakarta. Jepang kemudian memanfaatkan Soekarno berserta pemimpin Indonesia lainnya untuk menarik hati penduduk Indonesia. Soekarno dan Jepang Dalam Biografi Soekarno diketahui bahwa Jepang bahkan menunjuk Soekarno untuk memimpin tim persiapan kemerdekaan bangsa Indonesia yaitu BPUPKI dan PPKI setelah berjanji memberikan kemerdekaan bagi Indonesia. Soekarno bahkan sempat terbang ke Jepang untuk bertemu dengan Kaisar Hirohito. Soekarno terus menerus melakukan pendekatan dan kerjasama dengan Jepang dengan tujuan agar Indonesia segera diberi kemerdekaan. Segala persiapan untuk kemerdekaan Indonesia dilakukan oleh Soekarno seperti merumuskan Pancasila dan UUD 45 sebagai ideologi dan dasar negara serta perumusan teks proklamasi kemerdekaan bersama Mohammad Hatta dan Ahmad Soebardjo.

Ir sukarno

r Soekarno dilahirkan di Surabaya tepatnya pada tanggal 6 Juni 1901 dengan nama asli bernama Koesno Sosrodihardjo, karena sering sakit yang mungkin disebabkan karena namanya tidak sesuai maka ia kemudian berganti nama menjadi Soekarno. Ayah beliau bernama Raden Soekemi Sosrodihardjo dan ibu bernama Ida Ayu Nyoman Rai. Orang tuanya bertemu di Bali ketika ayahnya menjadi guru di Bali dan ibunya merupakan bangsawan di Bali. Soekarno diketahui memiliki saudara atau kakak kandung perempuan bernama Sukarmini.

Jumat, 19 Juli 2019

Kec dan desa wil bjn

Berikut adalah daftar kecamatan dan kelurahan/desa di Kabupaten Bojonegoro, Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Kabupaten Bojonegoro terdiri dari 28 kecamatan, 11 kelurahan, dan 419 desa (dari total 666 kecamatan, 777 kelurahan, dan 7.724 desa di Jawa Timur). Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 1.313.722 jiwa dengan luas wilayah 2.198,79 km² dan sebaran penduduk 912 jiwa/km².[1] Daftar kecamatan dan kelurahan di Kabupaten Bojonegoro, adalah sebagai berikut: Kecamatan Jumlah Desa Daftar Desa/Kelurahan Balen, Bojonegoro 23 Baureno, Bojonegoro 25 Bojonegoro, Bojonegoro 18 Bubulan, Bojonegoro 5 Dander, Bojonegoro 16 Gayam, Bojonegoro 12 Gondang, Bojonegoro 7 Kalitidu, Bojonegoro 18 Kanor, Bojonegoro 25 Kapas, Bojonegoro 21 Kasiman, Bojonegoro 10 Kedewan, Bojonegoro 5 Kedungadem, Bojonegoro 23 Templat:Kedungadem, Bojonegoro Kepohbaru, Bojonegoro 25 Margomulyo, Bojonegoro 6 Templat:Margomulyo, Bojonegoro Malo, Bojonegoro 20 Templat:Malo, Bojonegoro Ngambon, Bojonegoro 5 Templat:Ngambon, Bojonegoro Ngasem, Bojonegoro 17 Ngraho, Bojonegoro 16 Padangan, Bojonegoro 16 Purwosari, Bojonegoro 12 Sekar, Bojonegoro 6 Sugihwaras, Bojonegoro 17 Sukosewu, Bojonegoro 14 Sumberejo, Bojonegoro 26 Tambakrejo, Bojonegoro 18 Temayang, Bojonegoro 12 Trucuk, Bojonegoro 12 Templat:Trucuk, Bojonegoro TOTAL 430

Jumlah  Desa/Kelurahan, Dusun/Lingkungan, RT dan RW Per Kecamatan di Kab. Bojonegoro  Number Of Village, Sub-Village, RT and RW by Sub District, 2013 Kecamatan/ Sub District Desa/Kelurahan/ Village Dusun/Lingkungan/Sub Village Rukun Warga Rukun Tetangga/ District Society 1.  Margomulyo 6 41 43 105 2.  Ngraho 16 58 131 318 3.  Tambakrejo 18 66 89 357 4.  Ngambon 5 16 23 66 5.  Sekar 6 35 60 155 6.  Bubulan 5 17 25 86 7.  Gondang 7 32 45 166 8.  Temayang 12 37 26 110 9.  Sugihwaras 17 54 88 287 10.Kedungadem 23 95 164 586 11.Kepohbaru 25 73 102 438 12.Baureno 25 56 165 462 13.Kanor 25 59 97 408 14.Sumberejo 26 79 99 430 15.Balen 23 56 80 430 16.Sukosewu 14 41 53 288 17.Kapas 21 35 43 309 18.Bojonegoro 18 12 58 328 19.Trucuk 12 26 30 174 20.Dander 16 43 69 366 21.Ngasem 17 53 96 348 22.Kalitidu 18 44 79 289 23.Malo 20 52 101 230 24.Purwosari 12 32 61 201 25.Padangan 16 37 59 207 26.Kasiman 10 30 41 179 27.Kedewan 5 11 18 69 28.Gayam 12 37 61 200 2013 419/11 1 227 2 004 7 592 2012 419/11 1 225 2 004 7 592 2011 419/11 1 299 2 000 7 528  

Nama kecamatan dan desa di bojonegoro

Nama-nama wilayah kecamatan dan desa yang ada di kabupaten bojonegoro : 1. Kecamatan Baureno terdiri dari 25 desa : Banjaran, Banjaranyar, Baureno, Blongsong, Bumiayu, Drajat, Gajah, Gunungsari, Kalisari, Karangdayu, Kauman, Kedungrejo, Lebaksari, Ngemplak, Pasinan, pomahan, pucangarum, Selorejo, Sembunglor, Sraturejo, Sumuragung, Tulungagung, Tlogoagung, Trojalu, Tanggungan. 2. Kecamatan Kepohbaru terdiri dari 25 desa: Balongdowo, Bayemgede, Betet, Brangkal, Bumirejo, Cengkir, Jipo, Karangan, Kepoh, Krangkong, Mojosari, Mudung, Nglumber, Ngranggon anyar, Pejok, Pohwates, Sidomukti, Simorejo, Sugihwaras, Sumberagung, Sumber Gede, Sumberroto, Tlogorejo, Turi gede, Woro. 3. Kecamatan Kanor terdiri dari 25 desa: Bakung, Bungur, Cangaan, Caruban, Gedongarum, Kabalan, Kanor, Kedungprimpen, Nglarangan, Palembon, Temu, Pesen, Pilang, Piyak, Prigi, Samberan, Sarangan, Sedeng, Semambung, Simbatan, Simorejo, Sroyo, Sumberwangi, Tejo, Tambakrejo. 4. Kecamatan Sumberrejo terdiri dari 26 desa: Banjarjo, Bogangin, Butoh, Deru, Jatigede, Karangdinoyo, Karangdowo, Kayulemah, Kedungrejo, Margoagung, Mejuwet, Mlinjeng, Ngampal, Pejambon, Pekuwon, Prayungan, Sambongrejo, Sendangagung, Sumberharjo, Sumberejo, Sumuragung, Talun, Teleng, Tlogohaji, Tulungrejo, Wotan. 5. Kecamatan Kedungadem 6. Kecamatan Balen terdiri dari 23 desa: Balenrejo, Bulaklo, Bulu, Kabunan, Kedungbondo, Kedungdowo, Kemamang, Kenep, Lengkong, Margomulyo, Mayangkawis, Mulyoagung, Mulyorejo, Ngadiluhur, Penganten, Pilanggede, Pohbogo, Prambatan, Sarisejo, Sekaran, Sidobandung, Sobontoro, Swaloh. 7. Kecamatan Sugihwaras terdiri dari 17 desa: Alasgung, Balongrejo, Bareng, Bulu, Drenges, Genjor, Glagahan, Glagahwangi, Jatitengah, Kedungdowo, Nglajang, Panemon, Panunggalan, Siwalan, Sugihwaras, Trate, Wedoro. 8. Kecamatan Sukosewu terdiri dari 14 desa: Duyungan • Jumput • Kalicilik • Klepek • Pacing • Purwoasri • Semawot • Semen Kidul • Sidodadi • Sidorejo • Sitiaji • Sukosewu • Sumberjo Kidul • Tegalkodo. 9. Kecamatan Temayang terdiri dari 12 desa: Bakulan • Belun • Buntalan • Jono • Kedungsari • Kedungsumber • Ngujung • Pancur • Pandantoyo • Papringan • Soko • Temayang. 10. Kecamatan Dander terdiri dari 16 desa: Dander • Growok • Jatiblimbing • Karangsono • Kunci • Mojoranu • Ngablak • Ngraseh • Ngulanan • Ngumpakdalem • Ngunut • Sendangrejo • Sumberagung • Sumberarum • Sumbertlaseh • Sumodikaran. 11. Kecamatan Bubulan terdiri dari 5 desa: Bubulan, Cancung, Clebung, Ngorogunung, Sumberbendo. 12. Kecamatan Bojonegoro terdiri dari 11 kelurahan dan 7 desa: Campurejo • Kalirejo • Kauman • Mulyoagung • Pacul • Semanding • Sukorejo, Banjarejo • Jetak • Kadipaten • Karang Pacar • Kepatihan • Klangon • Ledok Kulon • Ledok Wetan • Mojokampung • Ngrowo • Sumbang. 13. Kecamatan Kapas terdiri dari 21 desa: Bakalan • Bangilan • Bendo • Bogo • Kalianyar • Kapas • Kedaton • Klampok • Kumpulrejo • Mojodeso • Ngampel • Padang Mentoyo • Plesungan • Sambiroto • Sembung • Semenpinggir • Sukowati •Tanjungharjo • Tapelan • Tikusan • Wedi. 14. Kecamatan Kalitidu terdiri dari 24 desa: Beged • Brenggolo • Cengungklung • Grebegan • Kalitidu • Katur • Leran • Manukan • Mayanggeneng • Mayangrejo • Mlaten • Mojo • Mojosari • Ngraho • Ngringinrejo • Ngujo • Panjunan • Pilangsari • Pungpungan • Sudu • Sukoharjo • Sumengko • Talok • Wotanngare. 15. Kecamatan Kasiman terdiri dari 10 desa: Batokan • Besah • Betet • Kasiman • Ngaglik • Sambeng • Sekaran • Sidomukti • Tambakmerak • Tembeling. 16. Kecamatan Margomulyo terdiri dari 6 desa: Geneng, kalangan, Margomulyo, Meduri, Ngelo, Sumberejo. 17. Kecamatan Malo terdiri dari 20 desa: Banaran, Dukuhlor, Kacangan, Kedungrejo, Kemiri, Ketileng, Kliteh, Malo, Ngujung, Petak, Rendeng, Semlaran, Sudah, Sukorejo, Sumberjo, Tambakromo, Tanggir, Tinawun, Trembes, Tulungagung. 18. Kecamatan Ngasem terdiri dari 23desa: Bandungrejo • Bareng • Begadon • Bonorejo • Brabohan • Butoh • Dukoh Kidul • Gayam • Jampet • Jelu • Kolong • Mediyunan • Mojodelik • Ngadiluwih • Ngantru • Ngasem • Ringintunggal • Sambong • Sendangharjo • Setren • Tengger • Trenggulunan • Wadang. 19. Kecamatan Ngraho terdiri dari 16 desa: Bancer • Blimbinggede • Jumok • Kalirejo • Klempun • Luwihaji • Mojorejo • Nganti • Ngraho • Pandan • Payaman • Sugihwaras • Sumberagung • Sumberarum • Tanggungan • Tapelan. 20. Kecamatan Padangan terdiri dari 14 desa: Cendono • Dengok • Kebonagung • Kendung • Kuncan • Ngasiman • Ngeper • Ngradin • Nguken • Padangan • Sidorejo • Purworejo • Sonorejo • Tebon. 21. Kecamatan Purwosari terdiri dari 12 desa: Donan • Gapluk • Kaliombo • Kuniran • Ngrejeng • Pelem • Pojok • Punggur • Purwosari • Sedahkidul • Tinumpuk • Tlatah. 22. Kecamatan Sekar terdiri dari 5 desa: Bareng • Bobol • Deling • KlinoMiyono • Sekar. 23. kecamatan Trucuk terdiri dari 12 desa: Banjarsari, Guyangan, Kandangan, Kanten, Mori, Padang, Pagerwesi, Sranak, Sumbangtimun, Sumberjo, Trucuk, Tulungrejo. 24. Kecamatan Tambakrejo terdiri dari18 desa: Bakalan • Dolokgede • Gading • Gamongan • Jatimulyo • Jawik • Kacangan • Kalisumber • Malingmati • Mulyorejo • Napis • Ngrancang • Pengkol • Sendangrejo • Sukorejo • Tambakrejo • Tanjung • Turi. 25. Kecamatan Kedewan terdiri dari 5 desa: Beji, Hargomulyo, Kawengan, Kedewan, Wonocolo 26. Kecamatan Gondang terdiri dari 7 desa: Gondang, Jari, Krondonan, Pajeng, Pragelan, Senganten, Sambongrejo. 27. Kecamatan Ngambon terdiri dari 5 desa: Bondol, Karangmangu, Ngambon, Nglampin, Sengon. 28. Kecamatan Gayam merupakan kecamatan baru.